Dalam praktiknya, cara buat campuran tepung mendoan ala Banyumas cukup sederhana, tetapi membutuhkan perbandingan bahan yang tepat.
Langkah utamanya dimulai dari mencampurkan tepung terigu dengan santan hingga tidak menggumpal. Setelah itu, masukkan telur dan aduk rata. Bumbu halus kemudian dimasukkan ke dalam adonan, diikuti irisan daun bawang dan kucai.
Konsistensi adonan menjadi hal penting. Adonan harus cukup cair agar menghasilkan lapisan tipis, bukan tebal seperti bakwan. Inilah yang membuat mendoan terasa ringan dan tidak terlalu “berat” saat dimakan.
Apa yang Membuat Mendoan Banyumas Banyak Disukai?
Mendoan bukan sekadar gorengan biasa. Ada beberapa alasan mengapa makanan ini begitu digemari oleh banyak orang, bahkan hingga ke luar daerah Banyumas.
1. Tekstur Unik: Lembut dan Setengah Matang
Kata “mendoan” berasal dari bahasa Banyumasan “mendo” yang berarti lembek atau setengah matang. Teknik penggorengan singkat membuat tekstur bagian dalam tetap lembut, berbeda dari gorengan lain yang kering dan renyah.
2. Rasa Gurih yang Khas
Perpaduan santan, bawang, dan rempah menghasilkan rasa gurih yang khas. Tidak terlalu tajam, tetapi sangat kaya dan memanjakan lidah.
3. Aroma Menggoda
Aroma daun bawang dan bumbu yang digoreng dalam minyak panas menciptakan wangi yang khas dan menggugah selera, bahkan dari kejauhan.
4. Cocok dengan Berbagai Cocolan
Mendoan biasanya disajikan dengan sambal kecap, cabai rawit, atau saus berbasis cabai lainnya. Kombinasi ini membuat rasanya semakin nikmat.
5. Nilai Budaya dan Tradisi
Menurut buku Kearifan Lokal Jawa Tengah: Tak Lekang Oleh Waktu oleh Rr MI Retno Susilorini dkk., mendoan bukan hanya makanan, tetapi bagian dari budaya masyarakat Banyumas. Tradisi “medang” atau makan sambil minum teh menjadi momen sosial yang erat dengan mendoan.
6. Mudah Dibuat dan Terjangkau
Bahan-bahannya sederhana dan mudah ditemukan. Inilah yang membuat mendoan tetap populer sebagai makanan rakyat.