Liputan6.com, Jakarta – Cokelat Paskah masih jadi tradisi, tapi cara orang berbelanja produk ini terus berubah. Data dari platform pengiriman Foodora di beberapa negara Eropa menunjukkan tren baru: ukuran produk makin kecil, pilihan rasa makin beragam, dan sebagian besar pembelian terjadi di menit-menit terakhir.
Jika dulu orang cukup membeli satu telur cokelat besar, melansir laman Bakery and Snacks, Jumat (3/4/2026), kini mereka lebih suka mengisi keranjang dengan berbagai jenis camilan yang lebih variatif dan fleksibel. Cokelat tetap jadi favorit, tapi dominasinya mulai bergeser.
Cokelat susu masih mendominasi, meski porsinya perlahan menurun seiring meningkatnya minat pada cokelat putih dan hitam. Di Inggris, Ocado mencatat lonjakan signifikan pada pencarian cokelat hitam, serta produk beralkohol, seperti telur Paskah rasa Guinness dan truffle Champagne.
Advertisement
Konsumen tetap mengeluarkan uang dalam jumlah besar, tapi kini mereka melakukannya dengan lebih selektif, mempertimbangkan kualitas, variasi, dan pengalaman yang ditawarkan. Di sisi lain, inovasi produk semakin terasa di rak-rak ritel.
Produsen menggabungkan unsur nostalgia dengan sentuhan modern, mulai dari cokelat beralkohol, roti khas dengan rasa baru, hingga camilan unik dan dekorasi meja. Paskah tidak lagi sekadar mempertahankan tradisi, namun juga menjadi momen eksplorasi rasa dan gaya hidup.
Salah satu perubahan paling mencolok adalah pergeseran ke produk berukuran kecil. Produk cokelat 0–50 gram kini mendominasi penjualan, melampaui ukuran telur tradisional.