Kualitas bahan dasar sangat menentukan cita rasa akhir hidangan. Bunga turi sebaiknya dipilih dalam kondisi segar, berwarna cerah, serta belum terlalu mekar. Bunga yang masih kuncup cenderung memiliki rasa lebih ringan dan tidak terlalu pahit dibandingkan bunga yang sudah tua. Hindari bunga yang terlihat layu atau kecokelatan, sebab kondisi tersebut dapat memengaruhi tekstur serta rasa saat dimasak.
Gunakan Air Garam Secukupnya Saat Perendaman
Perendaman air garam bertujuan menetralisir rasa pahit, bukan membuat bunga terasa asin. Oleh sebab itu, gunakan takaran garam secukupnya agar rasa alami bunga tetap terjaga. Air garam ringan mampu membantu mengeluarkan getah tanpa merusak struktur kelopak bunga, sehingga hasil masakan tetap lembut dan sedap.
Perhatikan Waktu Perebusan Agar Tekstur Tidak Rusak
Bunga turi hanya memerlukan perebusan singkat dalam air mendidih. Waktu terlalu lama dapat membuat bunga menjadi lembek dan kehilangan rasa alaminya. Cukup rebus hingga bunga berubah warna sedikit lebih cerah, lalu segera angkat dan tiriskan. Cara ini menjaga tekstur tetap kenyal serta tampilan lebih menarik saat disajikan.
Padukan Bunga Turi dengan Bumbu Tradisional yang Tepat
Bunga turi sangat cocok diolah menggunakan bumbu tradisional seperti bawang merah, bawang putih, cabai, lengkuas, atau santan. Kombinasi bumbu tersebut mampu menyeimbangkan rasa alami bunga serta memberikan aroma khas yang menggugah selera. Penggunaan bumbu sederhana justru membantu rasa bunga tetap menonjol tanpa tertutup berlebihan.
Segera Olah Setelah Proses Persiapan Selesai
Setelah melalui tahap pencucian, perendaman, dan perebusan, bunga turi sebaiknya langsung diolah. Penyimpanan terlalu lama setelah perebusan dapat memengaruhi kesegaran dan rasa. Pengolahan segera membuat bunga tetap renyah, tidak pahit, serta menghasilkan hidangan yang lebih nikmat saat disantap.