Beras, sebagai bahan pangan kering, memiliki umur simpan yang relatif panjang dibandingkan produk segar lainnya. Namun, beras dapat mengalami penurunan kualitas seiring waktu dan berpotensi menjadi tidak aman jika tidak disimpan dengan benar. Secara teknis, beras kering tidak “kadaluarsa” dalam artian membusuk cepat seperti produk susu atau daging.
Penurunan kualitas beras dapat membuatnya tidak layak konsumsi karena perubahan rasa, aroma, dan tekstur. Selain itu, beras yang disimpan tidak tepat berpotensi menjadi sarang hama atau jamur yang berbahaya bagi kesehatan.
Melansir dari Heathline, beras putih kering dapat bertahan hingga 2 tahun jika disimpan dengan benar. Sementara itu beras merah dan beras utuh biasanya hanya tahan sekitar 6 bulan hingga 1 tahun.
Penting untuk memahami perbedaan antara tanggal “best before” dan “expired date” pada kemasan produk. Tanggal “best before” menunjukkan batas waktu di mana kualitas produk, seperti rasa, aroma, tekstur, dan nutrisi, masih dalam kondisi optimal. Setelah tanggal ini, produk masih aman dikonsumsi, tetapi kualitasnya mungkin sudah menurun.
Sementara itu, tanggal “expired date” atau tanggal kedaluwarsa menunjukkan batas waktu maksimal produk aman dikonsumsi, terkait keamanan pangan. Mengonsumsi produk setelah tanggal kedaluwarsa dapat berisiko bagi kesehatan yang serius.