Langkah awal dimulai dengan memilih singkong yang masih segar, tidak terlalu tua, dan tidak memiliki bagian yang rusak atau berwarna kebiruan. Kupas singkong hingga bersih, kemudian buang lapisan ari yang menempel karena dapat memengaruhi rasa akhir.
Setelah itu, potong singkong sesuai selera, umumnya sekitar 3 cm agar proses pemasakan lebih merata. Cuci singkong berulang kali hingga benar-benar bersih untuk menghilangkan kotoran maupun getah yang dapat mengganggu proses fermentasi.
2. Proses pengukusan
Singkong yang sudah bersih kemudian dikukus selama kurang lebih 30 menit hingga setengah matang atau empuk. Pada tahap ini, penting untuk tidak mengukus terlalu lama agar tekstur singkong tidak menjadi terlalu lembek atau hancur.
Setelah matang, angkat singkong dan letakkan di wadah bersih, lalu diamkan hingga benar-benar dingin dan kering pada suhu ruang selama 3–10 jam. Tahap pendinginan ini sangat penting karena singkong yang masih hangat dapat menyebabkan ragi tidak bekerja optimal.
3. Persiapan ragi
Ragi tape perlu dihaluskan terlebih dahulu hingga menjadi bubuk yang lembut agar mudah menyebar dan menempel secara merata pada permukaan singkong. Ragi yang halus akan membantu proses fermentasi berjalan lebih stabil dan menghasilkan rasa yang lebih konsisten.
4. Penyusunan bahan
Siapkan wadah bersih yang memiliki penutup rapat, lalu alasi bagian dasarnya dengan daun pisang untuk menjaga kelembapan alami. Susun singkong yang sudah dingin secara rapi, kemudian taburkan ragi secara merata dan tipis di seluruh permukaan singkong. Pastikan semua bagian terkena ragi agar proses fermentasi berlangsung sempurna.
5. Proses fermentasi
Setelah itu, tutup kembali singkong menggunakan daun pisang, lalu rapatkan wadah agar tidak ada udara yang masuk. Simpan di tempat yang gelap dan bersuhu ruang selama 2–3 hari. Untuk menghasilkan tape singkong kering, waktu fermentasi sebaiknya tidak terlalu lama agar tidak terbentuk terlalu banyak cairan yang membuat tekstur menjadi basah.
6. Hasil akhir
Setelah proses fermentasi selesai, singkong akan berubah menjadi tape dengan aroma khas yang harum, rasa manis alami, serta tekstur yang lembut. Jika proses berjalan dengan baik, tape tidak akan berair dan memiliki rasa legit yang khas. Tape dapat langsung dikonsumsi atau disimpan dalam wadah tertutup untuk menjaga kesegaran dan kualitas rasanya.
7. Tips keberhasilan
Gunakan singkong berkualitas baik, jaga kebersihan seluruh alat dan bahan, serta pastikan takaran ragi tidak berlebihan. Selain itu, kontrol waktu fermentasi dengan tepat karena terlalu lama dapat membuat rasa menjadi asam. Dengan memperhatikan hal-hal tersebut, hasil tape singkong kering dan manis akan lebih maksimal, stabil, dan enak saat disantap.